I'am Annida Husna
Hai,hari ini aku akan bercerita tentang diriku sendiri. Biasanya,aku tidak suka terang terangan membuka diri sih. Namun khusus hari ini aku akan membiarkan kalian sedikit mengetahui tentang diriku.
Sebelumnya perkenalkan,namaku Annida Husna. Namun aku suka panggilan apapun selama itu sopan dan tidak ada maksud buruk didalamnya,so feel free to call me anything~
Jika berbicara tentang identitas,yang paling menonjol dariku adalah aku yang merupakan siswi kelas 10 saat ini karena stop out. Apa kau ingin tahu penyebabnya seperti beberapa orang yang sudah secara langsung menanyakannya padaku? Hihihi...maaf lho,jauh sebelum memulai tahun pertama 2nd ku,aku sudah memprogram diriku untuk tidak membocorkan apapun mengenai penyebabnya. Jadi sama seperti biasa,pertanyaan apapun yang berhubungan dengan itu akan kujawab "tidak" dengan mudah. Ah...kuharap kalian dapat menghormati keputusanku ini.
Aku bersekolah di SMK N 2 pangkalpinang,dengan jurusan DKV. Jujur saja aku sendiri tidak tahu harus memilih jurusan apa menjelang masuk sekolah menengah lanjutan. Ditahun pertama 1st ku,namanya multimedia dan aku tidak tahu apa-apa tentangnya. Ya,aku memilih jurusan ini hanya karena dorongan insting.
Dalam keluargaku,aku adalah anak pertama dari 5 bersaudara. Saat ini aku tinggal dengan ayah-ibu beserta adik-adikku.
Rutinitas harianku mungkin tidak jauh berbeda dengan orang-orang di jenjangku pada umumnya. Aku banyak menghabiskan waktuku dirumah,terutama karena aku mudah capek saat berada di luar. Padahal beberapa orang malah terlihat berenergi saat berbaur dengan orang lain,tapi malah berefek sebaliknya untukku. Sebenarnya aku mengandaikan kondisi ini dengan sederhana,setiap orang memiliki dua lubang,yaitu lubang yang harus diisi dengan bersosialisasi dan lubang yang harus diisi dengan menyendiri. Besarnya tiap lubang berbeda bagi tiap orang dan dapat berubah-ubah kapan saja. Jumlah yang harus diisi harus sesuai dengan besar lubangnya. Kelebihan atau kekurangan salah satunya akan berdampak tidak baik bagi seseorang. Untukku,lubang yang harus diisi dengan menyendiri jauh lebih besar dari lubang yang harus diisi dengan bersosialisasi. Aku tidak tahu besar spesifik tiap lubang yang kumiliki. Namun sepertinya tak berlebihan jika dari seratus,90 untuk lubang yang harus diisi dengan menyendiri,sisanya adalah lubang yang harus diisi dengan dengan bersosialisasi. Jika lebih dari itu aku akan kelelahan Walaupun jika orang lain melihatku yang seperti ini aneh,tapi aku merasa positif-negatifnya ideal untuk hidup yang aku jalani sekarang. Aku pun menyukai diriku yang seperti ini.
Baiklah,aku rasa ceritaku sudah panjang sekali,jadi aku akan mengakhirinya disini.
Mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Kuharap tidak ada yang tersinggung oleh tulisanku karena aku memang tidak berniat begitu...
Thanks untuk yang sudah mampir.
Sampai jumpa next time : )
Komentar
Posting Komentar